|
No
|
Jangan katakan/tulis
|
Katakan/tulis
|
|
1
|
No doubt the world is getting warmer
|
There
is no doubt
the world is getting warmer
|
|
2
|
I
can’t think of anybody whom to invite
|
I
can’t think of anybody to invite
|
|
3
|
My
father, whom we hope will be out of hospital soon, …..
|
My
father, who we hope will be out of hospital soon, ….
|
|
4
|
Would
you follow me wherever I would go?
|
Would
you follow me wherever I went?
|
|
5
|
We
all have to live in the society
|
We
all have to live in society
|
|
6
|
The
number of the unemployed is going up
|
The
number of unemployed is going up
|
|
7
|
She
was showing tiredness signs
|
She
was showing signs of tiredness
|
|
8
|
She
works the hardest when she’s working for her family
|
She
works hardest when she’s working for her family
|
|
9
|
I’m
thankful for your help
|
I’m
grateful for your help
|
|
10
|
We
talked about if it was ready
|
We
talked about whether it was ready
|
|
11
|
What
live in those little holes?
|
What
lives in those little holes?
|
|
12
|
Some
people are interested, but the majority doesn’t care
|
Some
people are interested, but the majority don’t care
|
|
13
|
It
mustn’t be the postman at the door. It’s only 7 o’clock
|
It
can’t be the postman at the door. It’s only 7 o’clock
|
|
14
|
A
third of the students is from abroad
|
A
third of the students are from abroad
|
|
15
|
Except
Angie, everybody was there
|
Except
for Angie, everybody was there
|
|
16
|
I
wish you felt/would feel better tomorrow
|
I
hope you feel
better tomorrow
|
|
17
|
The
train must be late, as it happened yesterday
|
The
train must be late as happened yesterday
|
|
18
|
When
I wrote my letters,
I did some gardening
|
When
I had written my letters, I did some gardening
|
|
19
|
When
I had opened the door, the children ran in
|
When
I opened the door, the children ran in
|
|
20
|
Stefan
can never return back to his country
|
Stefan
can never return to his country/go back to his country
|
|
21
|
Will
you go and see me when I’m in hospital?
|
Will
you come and see me when I’m in hospital?
|
|
22
|
May you go camping this summer?
|
Do
you think
you’ll go camping this summer?
|
|
23
|
My
cousin works for the NATO
|
My
cousin works for NATO
|
|
24
|
My
wife will be angry unless I’m home by 7.00
|
My
wife will be angry if I’m not home by 7.00
|
|
25
|
We were poured water on
|
We
had water poured on us. (Water was poured on us)
|
Wednesday, 6 March 2013
Kesalahan Kecil Dalam Belajar Bahasa inggris
Berikut adalah beberapa kesalahan umum yang sering kita temui:
1. Kesalahan dalam penggunaan verba bantu:
a) tidak menggunakan verba bantu (khususnya verba bantu TO DO: do, does, did).
Misal: 1. I not like that.
2. Why you use PLC?
b) menggunakan verba bantu yang tidak sesuai.
Misal: 1. Why are you use PLC?
2. We are not use relay because …..
c) menggunakan verba bantu ganda.
Misal: 1. Do you can explain?
2. Menambahkan to pada will dan can.
Misal: 1. I will to present …
2. I can to speak English …
3. Menggunakan nomina presentation untuk mengganti verba present. (misal: I will
presentation …..).
4. Terkait kesalahan nomor 3, mereka menggunakan nominal dalam bahasa Indonesia
(misal: I will presentasi….).
5. Menggunakan what untuk yes/no question (misal: What you like English in Senior High
School?).
6. Menggunakan per untuk over (Misal: Rumus resistor dalam hubung paralel akan dibaca
‘one per total resistance equals …..’).
7. Kesalahan membaca huruf H, R dan W.
8. Kata supply pada power supply dibaca saplai.
10. Menggunakan pertanyaan How manner padahal seharusnya cukup pakai How saja.
11. Kesalahan membaca lebih dari 4 digit.
12. Kesalahan membaca angka yang sama persis tapi menggunakan tanda baca yang
berbeda. (misal, angka 2.576 dibaca two thousand five hundred and seventy six,
sedangkan angka 2,576 akan dibaca two coma five seven six).
13. Kesalahan menggunakan verba kala lampau, khususnya verba tak beraturan.
14. Ketika tidak tahu kata yag tepat dalam Bahasa Inggris, maka akan menggunakan kata
dalam Bahasa Indonesia.
15. Membaca rumus V = I.R menjadi V equals I dot R, tetapi ketika tandanya diubah
menjadi V = I x R rumus itu dibaca V equals I cross R atau bahkan ada yang membaca V equals I river R.
1. Kesalahan dalam penggunaan verba bantu:
a) tidak menggunakan verba bantu (khususnya verba bantu TO DO: do, does, did).
Misal: 1. I not like that.
2. Why you use PLC?
b) menggunakan verba bantu yang tidak sesuai.
Misal: 1. Why are you use PLC?
2. We are not use relay because …..
c) menggunakan verba bantu ganda.
Misal: 1. Do you can explain?
2. Menambahkan to pada will dan can.
Misal: 1. I will to present …
2. I can to speak English …
3. Menggunakan nomina presentation untuk mengganti verba present. (misal: I will
presentation …..).
4. Terkait kesalahan nomor 3, mereka menggunakan nominal dalam bahasa Indonesia
(misal: I will presentasi….).
5. Menggunakan what untuk yes/no question (misal: What you like English in Senior High
School?).
6. Menggunakan per untuk over (Misal: Rumus resistor dalam hubung paralel akan dibaca
‘one per total resistance equals …..’).
7. Kesalahan membaca huruf H, R dan W.
8. Kata supply pada power supply dibaca saplai.
10. Menggunakan pertanyaan How manner padahal seharusnya cukup pakai How saja.
11. Kesalahan membaca lebih dari 4 digit.
12. Kesalahan membaca angka yang sama persis tapi menggunakan tanda baca yang
berbeda. (misal, angka 2.576 dibaca two thousand five hundred and seventy six,
sedangkan angka 2,576 akan dibaca two coma five seven six).
13. Kesalahan menggunakan verba kala lampau, khususnya verba tak beraturan.
14. Ketika tidak tahu kata yag tepat dalam Bahasa Inggris, maka akan menggunakan kata
dalam Bahasa Indonesia.
15. Membaca rumus V = I.R menjadi V equals I dot R, tetapi ketika tandanya diubah
menjadi V = I x R rumus itu dibaca V equals I cross R atau bahkan ada yang membaca V equals I river R.
Thursday, 21 February 2013
Fakta Unik Angka Dalam Bahasa Indonesia
Fakta unik ternyata ditemukan dalam pola sederetan angka. Setiap negara, bangsa, dan daerah pasti memiliki penyebutan sendiri untuk angka-angka dari satu, dua sampai dengan sepuluh.
Misalnya angka tiga kita menyebutnya di Indonesia, tapi di negara lain ada yang menyebutnya tri, three, san, tolu dan lain sebagainya.
Bahkan bila ada yang masih ingat angka-angka tersebut dalam bahasa daerah, maka terkadang ada angka yang penyebutannya sama dan ada pula yang berbeda dengan Bahasa Indonesia.
1 = Satu
2 = Dua
3 = Tiga
4 = Empat
5 = Lima
6 = Enam
7 = Tujuh
8 = Delapan
9 = Sembilan
Ternyata setiap bilangan mempunyai saudara ditandai dengan huruf awal yang sama. Bila kedua saudara ini dijumlahkan angkanya, maka hasilnya pasti sepuluh. Contohnya Satu dan Sembilan mempunyai huruf awal, yaitu S, dan bila dijumlahkan satu dan sembilan hasilnya adalah sepuluh.
Begitu juga dengan Dua dan Delapan, Tiga dan Tujuh kemudian Empat dan Enam. Berturut-turut sampai dengan angka Lima. Lima dijumlahkan dengan dirinya sendiri juga hasilnya sepuluh.
Tidak sampai disitu, ternyata huruf awalnya juga punya peranan penting terbentuknya bilangan itu. Misalnya Satu dan Sembilan sama-sama huruf awalnya adalah S yang secara kebetulan berada pada urutan 19 dalam alpabet. Bila angka satu dan sembilan dijumlahkan kemudian dibagi dua untuk mencari rata-ratanya maka hasilnya adalah 5. Bentuk angka 5 sangat identik dengan huruf S.
Kemudian Dua dan Delapan. Huruf awalnya adalah D yang urutan keempat. Bila delapan dibagi dua maka hasilnya adalah empat (pembenaran).
Selanjutnya Empat dan Enam. Huruf awalnya adalah E yang urutan kelima. Lima berada di antara Empat dan Enam (pembenaran lagi).
Sedangkan angka Lima, huruf awalnya adalah L. Dimana L digunakan untuk simbol angka lima puluh dalam perhitungan Romawi (pembenaran yang masih nyambung).
Lalu bagaimana dengan Tiga dan Tujuh? Ternyata susah cari pembenarannya. Ditambah, dikurang, dibagi dan dikali ternyata belum juga ketemu. Tiga dikali tujuh hasilnya 21, kurang satu angka dengan huruf T yang urutan ke 20. Tapi simbol V digunakan untuk menunjukkan angka tujuh dalam perhitungan Arabic. Dan V diurutan ke-22.
Rahasianya, tidak pake matematika. Cukup ditulis saja di kertas kosong, kemudian pasti bisa ketemu hubungannya. Coba tulis huruf T kecil (t) di sebuah kertas. Kemudian putar kertasnya 180 derajat, maka Anda bisa lihat angka tujuh dengan jelas. Lalu bagaimana dengan angka tiga? Juga sama.
Tulis huruf T besar di kertas pake font Times New Roman kemudian putar 90 derajat ke kanan searah jarum jam. Anda pasti bisa melihat angka tiga dengan jelas. Tapi sedikit mancung (pembenaran yang juga dipakasakan sekali).
Pola unik ini mungkin hanya bisa ditemukan di Indonesia. Jadi sekali lagi pola ini hanya milik Indonesia.
Misalnya angka tiga kita menyebutnya di Indonesia, tapi di negara lain ada yang menyebutnya tri, three, san, tolu dan lain sebagainya.
Bahkan bila ada yang masih ingat angka-angka tersebut dalam bahasa daerah, maka terkadang ada angka yang penyebutannya sama dan ada pula yang berbeda dengan Bahasa Indonesia.
1 = Satu
2 = Dua
3 = Tiga
4 = Empat
5 = Lima
6 = Enam
7 = Tujuh
8 = Delapan
9 = Sembilan
Ternyata setiap bilangan mempunyai saudara ditandai dengan huruf awal yang sama. Bila kedua saudara ini dijumlahkan angkanya, maka hasilnya pasti sepuluh. Contohnya Satu dan Sembilan mempunyai huruf awal, yaitu S, dan bila dijumlahkan satu dan sembilan hasilnya adalah sepuluh.
Begitu juga dengan Dua dan Delapan, Tiga dan Tujuh kemudian Empat dan Enam. Berturut-turut sampai dengan angka Lima. Lima dijumlahkan dengan dirinya sendiri juga hasilnya sepuluh.
Tidak sampai disitu, ternyata huruf awalnya juga punya peranan penting terbentuknya bilangan itu. Misalnya Satu dan Sembilan sama-sama huruf awalnya adalah S yang secara kebetulan berada pada urutan 19 dalam alpabet. Bila angka satu dan sembilan dijumlahkan kemudian dibagi dua untuk mencari rata-ratanya maka hasilnya adalah 5. Bentuk angka 5 sangat identik dengan huruf S.
Kemudian Dua dan Delapan. Huruf awalnya adalah D yang urutan keempat. Bila delapan dibagi dua maka hasilnya adalah empat (pembenaran).
Selanjutnya Empat dan Enam. Huruf awalnya adalah E yang urutan kelima. Lima berada di antara Empat dan Enam (pembenaran lagi).
Sedangkan angka Lima, huruf awalnya adalah L. Dimana L digunakan untuk simbol angka lima puluh dalam perhitungan Romawi (pembenaran yang masih nyambung).
Lalu bagaimana dengan Tiga dan Tujuh? Ternyata susah cari pembenarannya. Ditambah, dikurang, dibagi dan dikali ternyata belum juga ketemu. Tiga dikali tujuh hasilnya 21, kurang satu angka dengan huruf T yang urutan ke 20. Tapi simbol V digunakan untuk menunjukkan angka tujuh dalam perhitungan Arabic. Dan V diurutan ke-22.
Rahasianya, tidak pake matematika. Cukup ditulis saja di kertas kosong, kemudian pasti bisa ketemu hubungannya. Coba tulis huruf T kecil (t) di sebuah kertas. Kemudian putar kertasnya 180 derajat, maka Anda bisa lihat angka tujuh dengan jelas. Lalu bagaimana dengan angka tiga? Juga sama.
Tulis huruf T besar di kertas pake font Times New Roman kemudian putar 90 derajat ke kanan searah jarum jam. Anda pasti bisa melihat angka tiga dengan jelas. Tapi sedikit mancung (pembenaran yang juga dipakasakan sekali).
Pola unik ini mungkin hanya bisa ditemukan di Indonesia. Jadi sekali lagi pola ini hanya milik Indonesia.
Sejarah Nama Hari
Ada suatu waktu dalam sejarah awal manusia ketika hari-hari tidak diberi nama! Alasannya sangat sederhana. Manusia tidak menemukan minggu.
Pada waktu itu, satu-satunya pembagian waktu adalah bulan, dan ada terlalu banyak hari dalam satu bulan untuk diberi nama sendiri-sendiri. Tetapi ketika manusia mulai membangun kota-kota, mereka ingin mempunyai hari istimewa untuk berdagang, suatu hari pasar.
Kadang-kadang hari-hari pasar ini ditetapkan setiap hari kesepuluh, kadang-kadang setiap hari ketujuh atau setiap hari kelima orang-orang Babilonia memutuskan hari pasar harus jatuh pada hari ketujuh. Pada hari ini mereka tidak bekerja, tetapi bertemu untuk berdagang dan mengadakan upacara-upacara keagamaan.
Bangsa Yahudi mengikuti contoh mereka, tetapi mengkhususkan hari ketujuh untuk keperluaan keagamaan. Dengan demikian hari minggu pun muncul. Hari itu adalah hari antara hari-hari pasar. Bangsa Yahudi menberi nama untuk masing-masing hari dari ketujuh hari itu, tetapi sebenarnya itu adalah hitungan setelah hari Sabat (yaitu hari Sabtu). Misalnya, hari Rabu dinamakan hari keempat (empat hari setelah hari Sabtu).
Ketika Bangsa Mesir menggunakan minggu yang terdiri dari tujuh hari mereka menamakan hari-hari itu menurut nama kelima planet, matahari dan bulan. Bangsa Romawi menggunakan nama-nama Mesir untuk hari-hari mereka dalam seminggu: hari Matahari, hari Bulan, hari planet Mars, hari planet Merkurius, hari planet Yupiter, hari planet Venus, dan hari planet Saturnus.
Kita memperoleh nama-nama hari bukan dari Bangsa Romawi tetapi dari Bangasa Anglo-Saxon, yang menamai sebagian besar dari hari-hari menurut nama dewa-dewa mereka, yang kurang lebih sama dengan dewa-dewa Bangsa Romawi.
Hari Matahari menjadi 'Sunnandaeg', atau Sunday (Minggu).
Hari Bulan dinamakan 'Monandaeg', atau Monday (Senin).
Hari Mars menjadi hari Tiw,yaitu dewa perang mereka. Ini menjadi 'Tiwesdaeg', atau Tuesday (Selasa).
Bukannya nama Merkurius, nama Dewa Woden diberikan menjadi Wednesday (Rabu).
Hari Romawi Yupiter, dewa guntur, menjadi hari guntur Dewa Thor, dan ini menjadi Thursday (Kamis).
Hari berikutnya dinamakan Frigg, istri Dewa Odin, dan oleh karena itu kita mempunyai Friday (Jumat).
Hari Saturnus menjadi 'Saeterbsdaeg', terjemahan dari bahasa Romawi, dan kemudian menjadi Saturday (Sabtu).
Satu hari, biasanya dihitung sebagai jarak antara terbitnya matahari dan terbenamnya matahari. Bangasa Romawi menghitungnya dari tengah malam sampai tengah malam, dan kebanyakan bangsa-bangsa modern menggunakan metode ini
Pada waktu itu, satu-satunya pembagian waktu adalah bulan, dan ada terlalu banyak hari dalam satu bulan untuk diberi nama sendiri-sendiri. Tetapi ketika manusia mulai membangun kota-kota, mereka ingin mempunyai hari istimewa untuk berdagang, suatu hari pasar.
Kadang-kadang hari-hari pasar ini ditetapkan setiap hari kesepuluh, kadang-kadang setiap hari ketujuh atau setiap hari kelima orang-orang Babilonia memutuskan hari pasar harus jatuh pada hari ketujuh. Pada hari ini mereka tidak bekerja, tetapi bertemu untuk berdagang dan mengadakan upacara-upacara keagamaan.
Bangsa Yahudi mengikuti contoh mereka, tetapi mengkhususkan hari ketujuh untuk keperluaan keagamaan. Dengan demikian hari minggu pun muncul. Hari itu adalah hari antara hari-hari pasar. Bangsa Yahudi menberi nama untuk masing-masing hari dari ketujuh hari itu, tetapi sebenarnya itu adalah hitungan setelah hari Sabat (yaitu hari Sabtu). Misalnya, hari Rabu dinamakan hari keempat (empat hari setelah hari Sabtu).
Ketika Bangsa Mesir menggunakan minggu yang terdiri dari tujuh hari mereka menamakan hari-hari itu menurut nama kelima planet, matahari dan bulan. Bangsa Romawi menggunakan nama-nama Mesir untuk hari-hari mereka dalam seminggu: hari Matahari, hari Bulan, hari planet Mars, hari planet Merkurius, hari planet Yupiter, hari planet Venus, dan hari planet Saturnus.
Kita memperoleh nama-nama hari bukan dari Bangsa Romawi tetapi dari Bangasa Anglo-Saxon, yang menamai sebagian besar dari hari-hari menurut nama dewa-dewa mereka, yang kurang lebih sama dengan dewa-dewa Bangsa Romawi.
Hari Matahari menjadi 'Sunnandaeg', atau Sunday (Minggu).
Hari Bulan dinamakan 'Monandaeg', atau Monday (Senin).
Hari Mars menjadi hari Tiw,yaitu dewa perang mereka. Ini menjadi 'Tiwesdaeg', atau Tuesday (Selasa).
Bukannya nama Merkurius, nama Dewa Woden diberikan menjadi Wednesday (Rabu).
Hari Romawi Yupiter, dewa guntur, menjadi hari guntur Dewa Thor, dan ini menjadi Thursday (Kamis).
Hari berikutnya dinamakan Frigg, istri Dewa Odin, dan oleh karena itu kita mempunyai Friday (Jumat).
Hari Saturnus menjadi 'Saeterbsdaeg', terjemahan dari bahasa Romawi, dan kemudian menjadi Saturday (Sabtu).
Satu hari, biasanya dihitung sebagai jarak antara terbitnya matahari dan terbenamnya matahari. Bangasa Romawi menghitungnya dari tengah malam sampai tengah malam, dan kebanyakan bangsa-bangsa modern menggunakan metode ini
Wednesday, 20 February 2013
Mari Belajar Dasar-dasar Bahasa Korea
Mengetahui dan mengerti banyak bahasa memang asyik
sob..Nah postingan kali ini, saya ingin berbagi percakapan dasar bahasa Korea,cukup
dengan belajar kata-kata dasar yang sering kita dengar di drama. Nah, bagi
kalian pecinta film drama kudu mesti baca nich dank lo menurut sobat banyak
kekurangannya tolong diralat yach. Ini ada beberapa kata sapaan yang sering
kita dengar, anyway gw juga akan menulis huruf hangul nya. saya dapat dari
suatu situs, tapi lupa namanya…udah lama dapatnya…
|
Selamat Pagi
Selamat Siang
Selamat Malam
|
안녕하세요?
안녕하십니까? (F)
|
Annyong haseyo?
Annyong hashimnikka? (F)
|
|
Selamat Jalan
(utk kalo mau pergi)
|
안녕히 가세요.
안녕히 가십시오. (F)
|
Annyonghi kasayo.
Annyonghi kashipshiyo. (F)
|
|
Selamat Jalan
(utk kalo yang tinggal)
|
안녕히 계세요.
안녕히 계십시오. (F)
|
Annyonghi kyesayo.
Annyonghi kyeshipshiyo. (F)
|
|
Selamat Tidur
|
안녕히 주무십시요. (F)
|
Annyonghi jumushipsiyo. (F)
|
|
Apa Kabar?
(Kalo baru kenalan)
|
처음 뵙겠습니다. (F)
|
Ch’oum poepgetsumnida. (F)
|
|
Nama Saya adalah _____.
|
저는 ___ 입니다. (F)
|
Chonun ______ imnida. (F)
|
|
Apa Kabar?
|
어떠십니까? (F)
|
Ottoshimnikka? (F)
|
|
Hallo?
(menjawab telepon)
|
여보세요?
|
Yoboseyo?
|
—————————————————————————————————
|
Iya
|
네.
|
Ne.
|
|
Tidak
|
아니요.
|
Aniyo.
|
|
Terima
Kasih.
|
감사합니다. (F)
|
Kamsahamnida. (F)
|
|
Saya
Minta Maaf.
|
미안합니다. (F)
|
Mianhamnida. (F)
|
————————————————————————————————–
MENGENAL KALIMAT DALAM
BAHASA KOREA
Dalam Bahasa Korea,
kalimat dapat sedikitnya dikelompokkan dalam 5 ( lima ) jenis yaitu
Kalimat pernyataan atau kalimat berita ( Declarative ), kalimat pertanyaan (
Interrogative ), Kalimat perintah ( Imperative ), Kalimat ajakan (
propositive ) dan jenis kalimat seruan ( Exclamatory ).
Dalam kesempatan kali ini, saya akan mencoba mengenalkan 2 ( dua ) kalimat dulu, semoga pada postingan yang akan datang dapat diteruskan, insya Allah. Dengan dua kalimat ini, kita sudah bisa membuat sebuah percakapan dalam bahasa Korea walaupun sederhana.
Dalam kesempatan kali ini, saya akan mencoba mengenalkan 2 ( dua ) kalimat dulu, semoga pada postingan yang akan datang dapat diteruskan, insya Allah. Dengan dua kalimat ini, kita sudah bisa membuat sebuah percakapan dalam bahasa Korea walaupun sederhana.
I. Kalimat pernyataan ( Declarative )
Kalimat adalah kumpulan dari kata yang telah memberikan makna atau pengertian. Kalimat pernyataan di sini yang saya maksudkan adalah kalimat berita ( informatif ) baik berbentuk positif ataupun negatif. Sebagai contohnya adalah sebagai berikut :
1. 저는 집에 갑니다 ( jeoneun jibe gamnida ) Saya pergi ke rumah ( pulang )
2. 나는 책을 읽습니다 ( naneun chaegeul irkseumnida ) Aku membaca buku.
Kedua contoh kalimat di atas digunakan dalam suasana formal. sedangkan dalam suasana informal kita bisa menggunakan kalimat sebagai berikut :
1. 아무 것도 할 수 없네요 ( amu geotdo hal su eomneyo ) Tak ada sesuatupun yang bisa aku kerjakan.
2. 하늘에 별들이 반짝 반짝 빛나네요 ( haneure byeoldeuri banjjak banjjak bitnaneyo ) Bintang-bintang nampak gemerlapan bercahaya di langit.
3. 나는 시장 에서 바나나를 사겠다 ( naneun sijang eseo bananareul sagetda ) Saya akan membeli pisang di pasar.
Catatan :
1. Untuk membentuk bentuk negatif, bisa dengan menggunakan akhiran 이 / 가 아니다 ( i / ga anida ), misalnya : 나는 학생이 아니다 ( Naneun haksaengi anida ) Saya bukan seorang pelajar.
2. Membentuk negatif juga bisa dengan merubah kata 있다 (itda ) menjadi 없다 ( opda) misalnya : 책상에 책이 없다 ( chaeksange chaeki opda ) Di meja tidak ada buku.
3. Juga bisa dengan merubah dari 알다 ( alda ) ke dalam kata 모르다 ( moreuda) misalnya : 그분은 한국 말을 모른다 ( keubuneun hanguk mareul moreunda ) Beliau itu tidak mengerti bahasa Korea.
4. Juga bisa menambahkan 안 atau 지 않 dan juga bisa juga menggunakan 못 dan 지 못하. Contohnya : 리나 학교에 안갔습니다 ( Lina hak gyoe an gasemnida ) Lina tidak pergi ke sekolah. Dan juga misalnya : 이마는 학교에 가지 못했습니다 ( Imaneun hak gyoe gaji mothessemnida ) Ima tidak bisa pergi ke sekolah.
5. Dalam bentuk formal, Predikat pada kalimat pernyataan di akhiri dengan kata ㅂ 니다 atau 습니다, sedangkan dalam kalimat informal, digunakan kata …다 atau …네.
Kalimat adalah kumpulan dari kata yang telah memberikan makna atau pengertian. Kalimat pernyataan di sini yang saya maksudkan adalah kalimat berita ( informatif ) baik berbentuk positif ataupun negatif. Sebagai contohnya adalah sebagai berikut :
1. 저는 집에 갑니다 ( jeoneun jibe gamnida ) Saya pergi ke rumah ( pulang )
2. 나는 책을 읽습니다 ( naneun chaegeul irkseumnida ) Aku membaca buku.
Kedua contoh kalimat di atas digunakan dalam suasana formal. sedangkan dalam suasana informal kita bisa menggunakan kalimat sebagai berikut :
1. 아무 것도 할 수 없네요 ( amu geotdo hal su eomneyo ) Tak ada sesuatupun yang bisa aku kerjakan.
2. 하늘에 별들이 반짝 반짝 빛나네요 ( haneure byeoldeuri banjjak banjjak bitnaneyo ) Bintang-bintang nampak gemerlapan bercahaya di langit.
3. 나는 시장 에서 바나나를 사겠다 ( naneun sijang eseo bananareul sagetda ) Saya akan membeli pisang di pasar.
Catatan :
1. Untuk membentuk bentuk negatif, bisa dengan menggunakan akhiran 이 / 가 아니다 ( i / ga anida ), misalnya : 나는 학생이 아니다 ( Naneun haksaengi anida ) Saya bukan seorang pelajar.
2. Membentuk negatif juga bisa dengan merubah kata 있다 (itda ) menjadi 없다 ( opda) misalnya : 책상에 책이 없다 ( chaeksange chaeki opda ) Di meja tidak ada buku.
3. Juga bisa dengan merubah dari 알다 ( alda ) ke dalam kata 모르다 ( moreuda) misalnya : 그분은 한국 말을 모른다 ( keubuneun hanguk mareul moreunda ) Beliau itu tidak mengerti bahasa Korea.
4. Juga bisa menambahkan 안 atau 지 않 dan juga bisa juga menggunakan 못 dan 지 못하. Contohnya : 리나 학교에 안갔습니다 ( Lina hak gyoe an gasemnida ) Lina tidak pergi ke sekolah. Dan juga misalnya : 이마는 학교에 가지 못했습니다 ( Imaneun hak gyoe gaji mothessemnida ) Ima tidak bisa pergi ke sekolah.
5. Dalam bentuk formal, Predikat pada kalimat pernyataan di akhiri dengan kata ㅂ 니다 atau 습니다, sedangkan dalam kalimat informal, digunakan kata …다 atau …네.
II. Kalimat Pertanyaan ( Interrogative )
Walaupun dalam percakapan biasa bisa hanya dengan menaikan intonasi bicara, namun pada dasarnya kalimat pertanyaan dalam bahasa Korea memiliki aturan tersendiri. Dalam hal ini kita ambil contoh :
1. 무슨 잡지를 읽으십니까? (museun japjireul ilgeusimnikka? ) Majalah apa yang Anda baca ?
2. 학생이 도서관에 많습니까 ? ( haksaengi doseogwane manseumnikka ? ) Apakah banyak pelajar di Perpustakan ?
2 ( dua ) contoh ini adalah contoh bentuk formal. Contoh lain adalah :
1. 그것이 무슨 인생이라 말할 수 있겠느냐.( geugeosi museun insaengira malhal su itgenneunya ) …bisa dikatakan kehidupan apakah itu?
2. 이게 사랑인가요? ( ige sarang ingayo ) Apakah ini cinta..?
3.그댄 왜 이렇게 내 맘을 아프게 하나요 ? ( geudaen wae ireoke nae mameul apeuge hanayo? )Engkau mengapa membuat hatiku sakit seperti ini ?
Catatan :
1. Biasanya sebuah kalimat pertanyaan diawali dengan kata tanya antara lain : a. 무엇 (muos )apa .contoh = 무엇을 마십니까 ? ( muoseul masimnikka? ) minum apakah anda?
b. 누구 ( Nugu )siapa . contoh = 그분이 누구예요 ( geubuni nuguyeyo ) orang itu siapa?
c. 어디 ( Odi ) dimana, kemana . 사무실이 어디예요 ( samusili odiyeyo ) dimana kantornya ?
d. 언제 ( onje ) Kapan . contoh = 언제 한국애 왔어요 ( onje hanguke wassoyo ? ) Kapan anda datang ke korea?. Dan masih banyak kata-kata pertanyaan yang dapat digunakan untuk membuat kalimat pertanyaan.
2. Dalam bentuk formal, Predikat pada kalimat pernyataan di akhiri dengan kata ㅂ 니까 atau 습니까, sedangkan dalam kalimat informal, digunakan kata …느냐 atau …는가.
Wah ternyata 2 ( dua ) kalimat saja bila dijelaskan bisa panjang sekali dan melelahkan yang nulis. Tentu bagi siapa saja yang membaca, saya harap bisa melengkapi, menambahkan dan mengkoreksi bila salah, serta menanyakan bila kurang jelas.
Walaupun dalam percakapan biasa bisa hanya dengan menaikan intonasi bicara, namun pada dasarnya kalimat pertanyaan dalam bahasa Korea memiliki aturan tersendiri. Dalam hal ini kita ambil contoh :
1. 무슨 잡지를 읽으십니까? (museun japjireul ilgeusimnikka? ) Majalah apa yang Anda baca ?
2. 학생이 도서관에 많습니까 ? ( haksaengi doseogwane manseumnikka ? ) Apakah banyak pelajar di Perpustakan ?
2 ( dua ) contoh ini adalah contoh bentuk formal. Contoh lain adalah :
1. 그것이 무슨 인생이라 말할 수 있겠느냐.( geugeosi museun insaengira malhal su itgenneunya ) …bisa dikatakan kehidupan apakah itu?
2. 이게 사랑인가요? ( ige sarang ingayo ) Apakah ini cinta..?
3.그댄 왜 이렇게 내 맘을 아프게 하나요 ? ( geudaen wae ireoke nae mameul apeuge hanayo? )Engkau mengapa membuat hatiku sakit seperti ini ?
Catatan :
1. Biasanya sebuah kalimat pertanyaan diawali dengan kata tanya antara lain : a. 무엇 (muos )apa .contoh = 무엇을 마십니까 ? ( muoseul masimnikka? ) minum apakah anda?
b. 누구 ( Nugu )siapa . contoh = 그분이 누구예요 ( geubuni nuguyeyo ) orang itu siapa?
c. 어디 ( Odi ) dimana, kemana . 사무실이 어디예요 ( samusili odiyeyo ) dimana kantornya ?
d. 언제 ( onje ) Kapan . contoh = 언제 한국애 왔어요 ( onje hanguke wassoyo ? ) Kapan anda datang ke korea?. Dan masih banyak kata-kata pertanyaan yang dapat digunakan untuk membuat kalimat pertanyaan.
2. Dalam bentuk formal, Predikat pada kalimat pernyataan di akhiri dengan kata ㅂ 니까 atau 습니까, sedangkan dalam kalimat informal, digunakan kata …느냐 atau …는가.
Wah ternyata 2 ( dua ) kalimat saja bila dijelaskan bisa panjang sekali dan melelahkan yang nulis. Tentu bagi siapa saja yang membaca, saya harap bisa melengkapi, menambahkan dan mengkoreksi bila salah, serta menanyakan bila kurang jelas.
Dibawah ini saya juga melampirkan contoh penggunaan bahasa korea beserta contohnya:
Minjee : Eoseowa (selamat datang)
Donghae : Saengil chukhahae. Igeo saengil seonmuriya (selamat ulang tahun, ini hadiah ny)
Minjee : Gomawo. Jinjja yeppeuda (Makasih, sangat cantik)
Donghae : Maeume deureo? (senang?)
Minjee : eung, maeume ssok deureo (ya, hatiku senang sekali)
Donghae : Saengil chukhahae. Igeo saengil seonmuriya (selamat ulang tahun, ini hadiah ny)
Minjee : Gomawo. Jinjja yeppeuda (Makasih, sangat cantik)
Donghae : Maeume deureo? (senang?)
Minjee : eung, maeume ssok deureo (ya, hatiku senang sekali)
Nah…
yang ini isi kartu ucapan dari donge ._.v
Minjee~ya,
Saengil chukhahae. Neohante eoullil geot gataseo tisyeocheureul hana sasseo. Ne maeume deureosseumyeon jokesseo. Eonjena chinhage jinaeja.
(Selamat ulang tahun ya, aku belikan satu t-shirt yg nampak serasi buatmu, semoga kau senang. Kita akan selalu akrab sampai kapan pun)
Donghae^^
Saengil chukhahae. Neohante eoullil geot gataseo tisyeocheureul hana sasseo. Ne maeume deureosseumyeon jokesseo. Eonjena chinhage jinaeja.
(Selamat ulang tahun ya, aku belikan satu t-shirt yg nampak serasi buatmu, semoga kau senang. Kita akan selalu akrab sampai kapan pun)
Donghae^^
PS
::
*) johda = bagus, baik
*) nappeuda = jelek, jahat
*) yeppeuda = cantik
*) meositda = tampan
*) gweyepda = manis, imut
*) johda = bagus, baik
*) nappeuda = jelek, jahat
*) yeppeuda = cantik
*) meositda = tampan
*) gweyepda = manis, imut
*)
ot = baju
*) son bal = sepatu
*) mogeoli = kalung
*) inhyeong = boneka
*) cheg = buku
*) eumag CD = CD musik
*) jajeongo = sepeda
*) kompyuteo = komputer
*) son bal = sepatu
*) mogeoli = kalung
*) inhyeong = boneka
*) cheg = buku
*) eumag CD = CD musik
*) jajeongo = sepeda
*) kompyuteo = komputer
—
WISH —
*)
Dijeuniraendeue gasseumyeon jokesseo (Semoga saya bisa pergi ke Disney Land)
*) Chinhage jinaesseumyeon jokesseo (semoga kita jadi teman dekat)
*) Maeume deureosseumyeon jokesseo (aku berharap kamu senang)
*) Nareul jom dowajwosseumyeon jokesseo (semoga kau membantuku)
*) Oesikhaesseumyeon jokesseo (aku brharap kau telah makan di luar)
*) Chinhage jinaesseumyeon jokesseo (semoga kita jadi teman dekat)
*) Maeume deureosseumyeon jokesseo (aku berharap kamu senang)
*) Nareul jom dowajwosseumyeon jokesseo (semoga kau membantuku)
*) Oesikhaesseumyeon jokesseo (aku brharap kau telah makan di luar)
–
Ekspresi ketika memberi/menerima hadiah –
*)
maeume deureo? (kau suka?)
*) eung/geureom (ya)
*) mulloniji (pasti)
*) eung, maeume ssok deuro (ya, aku sangat suka)
*) eung/geureom (ya)
*) mulloniji (pasti)
*) eung, maeume ssok deuro (ya, aku sangat suka)
ini
ada catatan kalimat” bahasa korea ::
*)
Dwaegeoneun (tolong jgn bicara lagi)
*) Nomu kamkyeokhaeso nunmuri nanda (menyentuh bgt sampe mau nangis)
*) Dangguniji (saya berani taruhan/yakin bgt)
*) Nae seongjil geondeurijima (jangan bikin saya grogi)
*) Niga nahante eotteohke geureol su ini? (bagaimana bisa kau lakukan ini padaku)
*) Mianhae hal gotkkajineun obso (gak ada yg perlu dimaafkan)
*) I jit i jigeowo jugetseo (ini menyebalkan!)
*) Ya, chingu chodaneun ge mwoya? (ayolah, kita teman kan?)
*) Dugoboji (tunggu aja!)
*) Momi jjibudunghada (saya cape bgt)
*) Ohae hajimaseyo (jgn salahkan aku)
*) Ni mamdaero haseyo (di bikin enak aja)
*) Jaeneun nallariya (dia itu playboy)
*) ya~ sinnanda (yah, ini menyenangkan)
*) Nege seobseobhada (saya kcewa sama kamu)
*) Akkawara! (sia” saja)
*) Kkumkkae (yg bener aja)
*) Aigo jinjja utjinda (ini sangat bodoh)
*) Wae sani? (lagi mikirin apa?)
*) Naege haengeureul bireo jwo! (doain aku beruntung)
*) omo, bukkeurowo (ya ampun, malu bgt)
*) Neut otdago saenggakhal ddaega kajang ppareul ddaeda (lebih baik terlambat dripda tdk sama skali)
*) sarangi sigottguna (cinta itu telah hilang)
*) Modeun ke gwichanah (semuanya butuh perjuangan)
*) Oneul gibuni eottaeyo? (bagaimana perasaan Anda hari ini?)
*) Nomu kamkyeokhaeso nunmuri nanda (menyentuh bgt sampe mau nangis)
*) Dangguniji (saya berani taruhan/yakin bgt)
*) Nae seongjil geondeurijima (jangan bikin saya grogi)
*) Niga nahante eotteohke geureol su ini? (bagaimana bisa kau lakukan ini padaku)
*) Mianhae hal gotkkajineun obso (gak ada yg perlu dimaafkan)
*) I jit i jigeowo jugetseo (ini menyebalkan!)
*) Ya, chingu chodaneun ge mwoya? (ayolah, kita teman kan?)
*) Dugoboji (tunggu aja!)
*) Momi jjibudunghada (saya cape bgt)
*) Ohae hajimaseyo (jgn salahkan aku)
*) Ni mamdaero haseyo (di bikin enak aja)
*) Jaeneun nallariya (dia itu playboy)
*) ya~ sinnanda (yah, ini menyenangkan)
*) Nege seobseobhada (saya kcewa sama kamu)
*) Akkawara! (sia” saja)
*) Kkumkkae (yg bener aja)
*) Aigo jinjja utjinda (ini sangat bodoh)
*) Wae sani? (lagi mikirin apa?)
*) Naege haengeureul bireo jwo! (doain aku beruntung)
*) omo, bukkeurowo (ya ampun, malu bgt)
*) Neut otdago saenggakhal ddaega kajang ppareul ddaeda (lebih baik terlambat dripda tdk sama skali)
*) sarangi sigottguna (cinta itu telah hilang)
*) Modeun ke gwichanah (semuanya butuh perjuangan)
*) Oneul gibuni eottaeyo? (bagaimana perasaan Anda hari ini?)
^____^
Subscribe to:
Posts (Atom)










